"http://www.ziddu.com/download/18889483/2huzein.docx.html"
CERPEN - Kisah kasih di sekolah
Senin Pagi, matahari rendah memantulkan uap yang terjebak dilindungi dedaunan. Hari yang indah dimana hari ini adalah hari pertama siswa – siswi SMP Pertama masuk sekolah setelah menikmati liburan semester. Piddha, seorang siswa cerdas bersiap-siap untuk mengikuti upacara dilapangan sekolahnya. Dengan langkah yang terlalu percaya diri Ia menuruni anak tangga satu demi satu sampai akhirnyaaaa….Ooppss! Piddha terpeleset. Untung sajaada seorang siswa baru bernama Huzein yang menolongnya.
“ehmmm..terima Kasih ya,” kata Piddha yang wajahnya mulai memerah.
“Oke deh, tapi lain kali kalo jalan hati-hati ya,” kata Huzein sambil tersenyum seraya meninggalkan Piddha yang masih terpesona oleh sikapnya.
Tak lama kemudian, upacara pun dimulai. Semua murid mengikuti upacara dengan hikmat dari awal hingga akhirnya. Ditengah Upacara tersebut sang kepala sekolah mengumumkan siswa –siswi yang berprestasi, lagi – lagi nama Piddha terpanggil sebagai juara umum. Sementara itu, Piddha sama sekali tidak sadar bahwa dirinya disebutkan sebagai juara umum,matanya terlalu sibuk mencari sesosok pahlawan yang telah menolongnya ditangga tadi. Sampai akhirnya Alfian teman sekelas sekaligus sahabatnya berteriak tepat di depan telinga Piddha.
“Piddhaaaa….!” Kata Alfian
“apasih yan? Ini tuh lagi upacara, jangan berisik dong!” sergah Piddha
“Piddha, nama kamu dipanggil kepala sekolah tuh, kamu disuruh kedepan sekarang. Oh iya, selamat ya jadi juara umum lagi.” Kata Alfian agak kesal
“Hah??? Kamu serius?? Beneran kan?” Kata Piddha penasaran
“Iyaa, mana mungkin aku bohong.” Seru Alfian
“Yaudah deh, aku kedepan dulu ya. Makasih ya Alfian .” Kata Piddha dengan wajah gelisah seraya maju kedepan untuk menerima hadiah.
“Hah? Pinter – pinter kok tulalit.” Kata Alfian
Bel sekolah pun berbunyi menandakan waktu istirahat yang telah tiba. Namun Piddha masih berdiam dikelas melihat teman – teman barunya. Tanpa disengaja sorot matanya menuju tempat duduk yang berada dipojok kelas. Piddha sangat terkejut melihatnya, Ia tak menyangka bahwa dirinya satu kelas dengan anak baru yang menyelamatkannya itu.Piddha pun dengan segera menghampiri Huzein.
“Haii!” Sapa Piddha
“Eh, Piddha,” kata Huzein
“Kok kamu tau nama aku sih?”
“Tadi kan nama kamu dipanggil kepala sekolah karena menjadi juara umum disekolah kan?”Kata Huzein
“Iya, emang kenapa?” Tanya Piddha
“Wah hebat ya, Aku nggak nyangka sama sekali bisa sekelas sama orang pinter kayak kamu. Oh iya, kenalin nama aku Huzein anak baru disekolah ini.” Puji Huzein
“Oh..Huzein. Aku kira Justin Bieber. Abisnya mirip sih, haha.” Tanya Piddha bergairah
“Ah, kamu ada-ada aja. Ehmm..kamu nggak ke kantin? Tanya Huzein
“Lah kamu sendiri?”
“Aku kan anak baru belum terlalu hapal dengan tempat-tempat disekolah ini. Nanti kalo aku ke kantin terus aku lupa jalan kekelas gimana?” kata Huzein
“kamu itu kayak anak kecil ya. Nggak akan kesasar kok, kan ke kantinnya sama aku, yukkk!” ajak Piddha
“Hah? Serius? Yaudah deh yuuk!” Kata Huzein yang langsung berjalan menuju kantin bersama Piddha.
Hari Senin pun berlalu, hari selasa pun hadir mengiringi Kisah-kasih antara Huzein dan Piddha disekolah. Pukul 06.10, Piddha sampai dikelas. Dengan sikap yang gelisah, ia pun langsung berlari menuju tempat duduk Huzein dan segera minta maaf karena dirinya tak bisa membalas sms dari Huzein karena pulsanya yang habis. Tanpa berfikir panjang, Huzein pun langsung memaafkan Piddha. Namun yang paling mengejutkan bagi Piddha adalah Huzein mengajaknya menonton Ludruk sepulang sekolah. Meskipun terkejut Piddha menerima tawaran itu dengan senang hati.
Jam sudah menunjukkan pukul 15.30, Piddha menunggu Huzein yang sedang memesan tiket untuk menonton ludruk. Tanpa disengaja, Piddha dan Huzein bertemu dengan teman – teman sekelasnya yaitu Alfian, Nyna, Fhadyah dan Herman yang juga ingin menonton.
“Piddha, Huzein! Kalian berdua kok ada disini?” Tanya Nyna yang curiga
“Ini kan tempat umum, terserah kita dong.” Kata Piddha
“Hei, kita juga tahu ini tempat umum. Tapi ngapain kalian berduaan nggak ngajak kita? Wah, ada hubungan gelap nih?” kata Alfian menggoda
“eh, kita sebarin yuk ke temen – temen yang lain kalo Piddha sama Huzein ada hubungan gelap?” kata Fhadyah
“Ih, hubungan gelap apaan sih? Ada – ada aja deh .” kata Piddha membantah
“Pokoknya Huzein sama Piddha punya hubungan khusus. Aku akan tetap sebarin ke yang lain ah.” Kata Fhadyah memaksa
“Sebarin apaan sih?” kata Huzein ikut membantah
“kalo ngga mau kita sebarin, bayarin kita nonton dong Zein.” Kata Alfian
“Iya, Bayarin! Bayarin! Bayarin!” kata Alfian, Nyna, Fhadyah dan Herman serempak.
“Ih, berisik! Iya, iya, kalian semua aku bayarin.” Kata Huzein
“Horeeeee…” kata semuanya serempak
Akhirnya Piddha dan Huzein pun gagal untuk nonton berdua. Dengan wajah yang agak murung, Piddhapun menerima semuanya dengan tangan terbuka.
Jam sudah menunjukkan pukul 13.30. Anak – anak SMP Pertama pun bergegas untuk pulang. Seperti biasa, Piddha pulang bersama dengan Fhadyah. Diperjalanan berdua saling berbincang – bincang.
“Pidh, Sebenernya kamu suka nggak sih sama Huzein?” Tanya Fhadyah Penasaran
“Apaan sih Dyah?” kata Piddha
“Udahlah jujur raja. Aku tuh udah tau dari sorot mata kamu kalo kamu lagi liat dia.” Ujar Fhadyah
“Nah, itu udah tau!” kata Piddha
“Oo, jadi emang bener nih?” kata Fhadyah semakin penasaran
“he..he.. tapi Kamu jangan kasih tau siapa – siapa ya! Kecam Piddha
“iya, iya. Kamu tau nggak sih kalo Huzein kan juga suka sama kamu!” Kata Fhadyah berbohong
“Hah? Kamu serius?” Kata Piddha penasaran
Kejadian yang sama dialami oleh Huzein. Secara tiba – tiba Alfian langsung menyambar Huzein dari belakang. Tanpa rasa ragu, Alfian pun menanyakan pertanyaan yang sama dengan pertanyaan Fhadyah.
“Kamu suka sama Piddha ya? Jujur aja deh. Tenang aja aku nggak bakal bilangin deh.” Ujar Alfian memaksa
“ehmm.. Gimana ya? Aku emang suka sih sama Piddha.” Kata Alfian
“yaudah, kalo gitu langsung aja tembak si Piddha. Lagipula kan kalo kalian jadian aku bisa dapet PJ.” Kata Alfian
“Apatuh PJ?” Tanya Huzein
“Kamu norak ah, PJ aja nggak tau. Pj itu pajak jadian, jadi kalau kalian pacaran, kalian harus bayar pajak ke kita – kita. Ngerti?”Jelas Alfian
“Mendingan nggak usah jadian deh.” Ujar Huzein
“Eh, nggak boleh gitu dong. Cinta itu nggak boleh dipendam, nanti bikin penyakit tau! Lagipula Piddha juga suka kok sama kamu.” Kata Alfian
Keesokan paginya, Huzein langsung mengajak Piddha keluar kelas untuk membicarakan sesuatu.
“Piddha, emangnya kamu suka sama aku ya?” kata Huzein
“hah? Kata siapa? Pasti si Fhadyah. Ehmm, Memangnya kamu juga suka sama aku ya?” Tanya Piddha
“Bukan kata Fhadyah kok. Tapi kamu tau dari Alfian ya?” ujar Huzein
“Jadi bener Huzein, kamu suka sama aku?” Tanya Piddha penasaran
“Ehmm.. iyasih ! tapi memangnya kamu suka sama aku juga?” Tanya Huzein
Piddha pun menganggukan kepalanya.
“iya? Yang bener? Baguslah. Tapi nani kita bakalan kena PJ. Bangkrut deh aku.” Sambung Huzein.Piddha tertawa
Piddha dan Huzein pun akhirnya hidup bahagia sebagai sepsang kekasih. Menskipun mereka merasa bangkrut karena harus mentraktir teman – temannya. ;-)
Perhatian !
Cerita ini hanyalah cerita belaka,dengan sedikit perubahan…bagi pihak yang tersangkut jangan dimasukkan dalam perut,ntar mules loe…..wkwkwkwkwk
TTD
Mr.X
by Huzein
Jumat, 16 Maret 2012
Maret 16, 2012
Pangestu Nur Mirzha
No comments
PRAJURIT PEMBERANI
Tiga
orang jenderal yang berasal dari Amerika, Rusia dan Indonesia sedang
berjalan-jalan di kebun binatang Ragunan bareng anak buahnya.
Sesampainya di depan kandang singa, jenderal Amerika langsung pamer keberanian prajuritnya.
Jend Amerika : “Prajurit, cepat kamu masuk ke kandang singa itu dan ambilkan saya bulu ketek singa jantannya”
Prajurit : “Siap pak!”
Si
prajurit Amerika pun langsung melompat ke kandang. Lima menit kemudian,
ia kembali dengan tubuh penuh luka sambil membawa bulu ketek singa
Jend Amerika : “Tuh liat, anak buah saya berani dan hebat kan? Prajurit Amerika memang nomor satu”
Jend
Rusia : “Prajurit Rusia lebih hebat. Prajurit, cepat masuk ke kandang
singa dan cabut kuku jempol singa paling besar yang ada di sana”
Prajurit : “Siap pak!”
Si
prajurit Rusia melompat ke kandang dan 10 menit kemudian dia kembali
dengan tubuh berdarah dan tangannya buntung sambil membawa kuku jempol
singa.
Jend Rusia : “Liat kan? Prajurit Rusia lebih berani”
Jend
Indonesia : “Ah, prajurit kalia berdua gak ada apa-apanya dibandingkan
dengan prajurit Indonesia. Prajurit, cepat masuk ke kandang singa, terus
cabut kumis semua singa yang ada di situ”
Prajurit
: “Apa??? Emaaak, kalau kasi perintah pakai otak dong! Kalau ke sana
namanya cari mati tuh gak punya otak jadi atasan. Kamu saja yang masuk
sendiri.
Jend
Indonesia : “Tuh kan, prajurit saya yang paling berani. Di negara mana
pun gak ada yang berani marah dan maki-maki jenderalnya sendiri?”
Maret 16, 2012
Pangestu Nur Mirzha
No comments
Pagi ini
teman2 kerja ku lagi asyik ngomongin anak mereka yang baru masuk Sekolah
Menengah Pertama. Dimana mereka lagi membahas Masa Orientasi Siswa anak mereka.
Aku yang baru memiliki anak berumur 4 bulan hanya tertawa mendengar cerita
mereka, karena aku gak punya cerita aku hanya ceritakan pengalaman waktu masa orientasi ketika aku masuk jenjang SMP. Mendengar
salah satu seniorku pagi ini membuat suasana kantor menjadi heboh, karena
anaknya yang baru masuk SMP di suruh oleh kakak kelasnya untuk membawa barang
dengan petunjuknya yaitu harus membawa Cokelat Marshanda. Ada2 aja tuh
permintaannya kakak kelasnya. Orang tua mana yang tahu Coklat Marshanda, atau
anda tahu? Ternyata Cokelat marshanda yang dimaksud adalah Cokelat Cha Cha,
diambil dari nama panggilan Marshanda yaitu Chaca.
Lain lagi
cerita temanku yang satu lagi, anaknya disuruh membawa makanan dan minuman
OSIS, dan ternyata adalah Sosis dan Minuman mineral bermerek OASIS.
Dan ketika
aku berceloteh didepan mereka soal pengalaman waktu masa orientasi dan ceritaku ini kutulis disini aja. Masa
Orientasi Siswa ( MOS ) adalah masa dimana siswa baru menjalani tahap
perkenalan dengan siswa lain, sekolah serta masa Penataran Siswa.
Nah aku punya
pengalaman lucu nih ketika masuk SMP dulu yaitu masuk di SMP Negeri 135 Jakarta
Timur pada tahun 1993. Dimana waktu dulu aku berangkat sekolah disuruh kakak
kelasku dengan menggunakan tas yang terbuat dari kantong terigu, lalu berdasi
dari Terong Ungu, bertopi Caping serta memakai dot. Celakanya semua embel2 itu
harus dipakai sebelum masuk gerbang sekolah, karena akan ada senior yang
menunggu jauh digerbang sekolah. Wah merah aja tuh muka ku kalau dilihat oleh
warga sekitar sekolahku. Tapi karena tuntutan senior yah ikuti aja.
Dan tibalah
hari terakhir MOS, semua siswa baru diharap membawa makanan, agar bisa dibagi2
sama senior dan teman2 yang lain. Waktu itu aku dan ketiga temanku yang satu
kelompok disuruh satu orang membawa Pisang Sesisir. Gawat nih pulang sekolah
jam 5, nah kapan belinya tuh. Sedang kedua temanku itu sudah membelinya.
Malam hari
aku bingung, kebetulan ortu memang gak ada dana buat beli, wong buat beli beras
aja susah waktu itu. Nah berniat mau balsa dendam sama kakak kelasku wakt MOS, maka
aku punya ide. Aku gak jadi bawa pisang sebanyak satu sisir, maklum mahal sih,
maka sebagai gantinya aku bawa saja sebuah pisang dan satu buah sisir rambut
milik ibuku.
Begitu
sampai di sekolah aku jadi bahan tertawaan sekaligus kena hukuman seniorku.
“Kenapa kamu gak bawa pisang sesisir seperti dua teman mu itu?”, tanya
seniorku. ” Lah ini kan juga sama kak, pisang dan sisir”, jelasku. Dan aku pun
menjelaskan begini, Kalau dalam bahasa indonesia SE itu artinya satu jadi kalau Sesisir berarti satu
sisir. Jadi pisang sesisir versiku adalah Satu Pisang dan Sebuah Sisir. Dan apa
yang terjadi, suasana yang tadinya tegang menjadi pecah dengan gelak tawa semua
peserta MOS.
Namun dengan
membawa Pisang dan sisir itu berujung dengan hukuman buat aku, aku disuruh
makan pisang yang dibawa tersebut tanpa memegangnya dan aku disuruh merapihkan
rambut seniorku yang berjumlah lima orang dengan pisang masih nongkrong
dimulutku itu. Sial benar hari itu, niat mau ngerjain senior eh malah dikerjain
balik.
Maret 16, 2012
Pangestu Nur Mirzha
No comments
SMPN 4 Surabaya .
Logo
SMPN4 Surabaya
|
Disinilah
aku bersekolah selama 3 tahun. Sebelum menginjakkan kaki di masa SMA . Masa
yang kata orang sih m`sa-masa yang paling bahagia dan ditunggu-tunggu oleh
kaula muda . Tapi bagi ku nggak juga, aku lebih menikmati masa-masa smpku dulu.
Masa-masa indah yang nggak akan terlupakan. 3 tahun bareng sama anak-anak
ac-milan'e (arek Sembilan-E). Seneng, sedih, tawa, duka, tangis, canda,
marah-marahan, olok-olokan, sirik-sirikan, nggosipin orang, cemburu-cemburuan.[
haha :D] semuanya di lewatin sama-sama.
SMP-ku
ini adalah salah satu sekolah favorit di Surabaya. Sebagian dari bangunan SMPN
4 merupakan bagian dari sejarah kota Surabaya yang nggak boleh dirubah, so ..
harus tetap begitu adanya. Tapi sebagian ada juga bangunan baru. Dulu ketika
aku masih menyandang status siswa disana sekolahnya masih jauhhh ... beda sama
yang sekarang . SMPN 4 yang sekarang bangunannya indah dan sangat nyaman untuk
KBM. Alamakk .. sayang sekali aku ngga ikut ngerasain . -.- hahaha
Orang
tuaku dan aku bangga banget saat aku diterima disekolah ini. Maklumlah rumahku
kan di pelosoknya Surabaya, jadi diterima disekolah negeri tengah kota rasanya
bahagia minta ampyun . (haha) agak alay memang, tapi bagi anda yang tinggal dipelosok
pasti pernah merasakan hal ini . :p
Berangkat
pagi-pagi demi nungguin angkot, karena perjalanan dari rumahku ke sekolah
membutuhkan waktu yang amat-sangat lamaa, sebenernya ngak lama-lama amat juga
sih hanya satu jam . satu jam = hanya ? -.- . Jadi, mau nggak mau pkoknya harus
mau berangkat jam 5 setiap hari, itupun kadang masih suka mepet datengnya sama
jam masuk sekolah, habis pak supirnya lelet sih bawain angkotnya. Sedangkan bel
sekolahku berdering jam 6.15. Sebelum jam pertama dimulai, disekolahku dulu ini
terbiasa baris-berbaris didepan kelas, kemudian salim sama Bapak/Ibu guru yang
mengejar baru boleh masuk kelas. Tapi nggak langsung pelajaran, karena kita
harus dengerin kultum dulu. Meskipun sekolahku bukan sekolah MTS sekoalah ku
masih memegang prinsip agama yang kuat loh . (hehe) So, jam 6.30 barulah KBM
dapat dimulai .
Dulu
ketika masih berada dibangku SMP, aku dan teman-teman seperjuanganganku,
Cholifah, Retno dan Nurul punya kebiasaan yang sama, sama-sama suka makan
pentol kuahnya yang didepan sekolah (haha). Meskipun kita nggak satu kelas
(hanya Cholifah dan Retno yang sekelas) kami tetap pulang sekolah
bareng-bareng, karena emang rumah kita se-arah (hehe). Ketika pulang sekolah
kita slalu beli pentol kuah dulu untuk cemilan di Angkot (salah'e .. pentolnya
enak ehh) haha . Saat di angkotpun kita sukanya mojok, biar bisa ngerumpi
dengan bebas ! Sampai-sampai kita harus rela nunggu lama demi mendapat angkot
yang kosong (biar bisa duduk dipojokan) haha .
Tapi
kita masa SMPku sudah berlalu, sekarang aku telah duduk dibangku Menengah Atas
hampir ke perguruan tinggi malahan :). kenangan indah yang tak mungkin terlupa
..
kangen
deh sama SMP-ku tercinta ini, sama guru-gurunya, terutama Bu Yun (guru BP
tercinta) . miss you mom :'). Sama anak penghuni kelas E (Puput, Amel, Erynda,
Masku Noval, Riska, Marta, dan semua-muanya), tak lupa dengan Wali kelas 7-ku
dulu Bu LIlis, Wali kelas 8 Bu Sukma dan Wali Kelas 9, Bu Lylia . Semua
guru-guru yang ramah, tegas, baik hati, murah senyum, sungguh-sungguh tak akan
aku lupa jasa Bapak/Ibu guru. Sekolah ini sangat menyimpan begitu banyak
kenangan indah disana :'), takkan mampu aku menghapusnya ...
by : 08 ,22 ,23 ,31 ,41
Maret 16, 2012
Pangestu Nur Mirzha
No comments
Haloo Selamat Malam
bloggers(sok inggris nih), malem ini aku harus nyelesein tugas untuk TIK nihh tapi haruss tetep
semangat .. iya nih aku mau cerita tapi bingung mau
cerita apa, sama Bu yohanna sih dikasihh tugas untuk tulis pengalaman yang
takkan pernah terlupakan ciaahhh ntar aku nya nangis :’( bentar lagi mau ninggalin SMP 8, 3 tahun aku
Sekolah di SMP N 8 Yogyakarta tercinta ku ini, banyak sih pengalaman pengalaman
lucu .hehehehe
Awal mula aku masuk ke kelas 7-1,a
disana aku kenal sama temen temen ku eh
sahabat sahabat ku semua ada disana, tapi masa kelas 7 mungkin masih masa
latihan pendawasaan gitu yak … jadi masih sedikit labil * wkwkwk (padahal
sekarang masih) pokoknya intinya di kelas 7 itu adalah masa saling kenal antara
satu sama lain, masih harus belajar menghargai,menghormati, dan satu lagi
penting banget yaitu memahami karakter satu sama lain. Disana aku ketemu sama
Sahabat sahabat ku Jada
Mara, Mamin, Yuga, Askia, Risa, Via,
sama Dyah dan masih banyak lagi.
Di kelas 8 , ihiiiyyy * naik
kelas disana aku sekelas sama Putra, Haris, Yogi, Mamin. Aku disana biasa harus
penyesuaian lagi biasa deh. Di kelas delapan aku seneng banget ternyata hidup
yang paling menyenangkan bersama kawan
kawan baruku dan sahabat sahabat baruku,
oiya aku disana ketemu seseorang sahabat ku *(nanti kalo enggak disebutin
namanya ndak marah). Iyakk namanya Tulalit, samarin aja yak enggk enak pokoknya
FWP dehh .
Kelas 87 menurutku kelas yang paling asyik dehh.. letak kelas nya perbatasaan
antara kelas SBI sama kelas Reguler yahh ada enaknya sihh tapi ada juga enggak
enaknya, kelas antara perbatasan SBI dan Reguler, Guru B.indo : Pak Ishantanto
(asyik sama kayak SBI), Guru B.inggris : Bu Septi (sama kayak SBI) , Guru
Geografi : Bu muji (sama kayak SBI), Guru Matematika : pak Waluyo + P.Nanang
(lagi lagi sama kayak SBI), guru OLahraga : Pak Surya ( horee sama lagi kayak
SBI), dan satu lagi eh Guru IPA : pak Daryanto (beda sendiri kyaknya ). Hebat
kan kelas ku walupun kelas Reguler tapi gurunya dikasih orang SBI semua cuy.
Mau tau enggaknya kan nih tak certain, Pagi itu ulangan Matematika à tapi gurunya bukan
yang matematika tadi , masak kasih soal Matematika bab gradien ato persamaan
garis 6 soal pake bahasa inggris, aduhh itu membuat aku sebel,dan keriting
otakku (jelaslah orang gak bisa bahasa inggris), jujur kelasku keberatan kalo
soalnya disamain kayak anak SBI gitu alias pake bahasa inggris, mana ulangan
waktunya cuma setengah jam, dan itu kayaknya waktu yang diberikan percuma, orang cuma buat nanya arti sama anak
anak kelasku, alhasil deh kalo ulangan sama pak guru itu nilai anak 87 jeblok.
Itu menurutku pengalaman ku di kelas 8
yang enggak enak banget e.
Dikelas 8 aku juga punya pengalaman lucu
banget deh, pas ulangan geografi, kelasku kan sering rebut lha terus Bu muji tu
berniatan untuk ngawasi kita dibelakang, lha pas di belakang beliau itu duduk
di kursi yang Cuma kaki kursi 3 ehh, ya kita yang pertama nya hening saat
ulangan tiba tiba nahan ketawa eh orang tiba tiba ada suara keras banget
“gedubrak gitu” langsung pada liat ke belakang ternyata bu muji jatuh dari
kursi. Hihihihi jadi pingin ketawa deh.
Di kelas Delapan aku punya banyak
temen dan sahabat, eh jangan lupa dikelas 8-7 punya bintang bintang sekolah lho jangan kira dia adalah LINTANG PUTRA SADEWA
dan BIMO ARDHIARTA DAMARJATI. Wwkwkwk mereka bintang sekolah gitu abisnya
merekapinter banget sih *(gimana sih jadiin pinter kayak mereka. Pengalaman
terindahku saat Olahraga terakhir di kelas 8 hari selasa, sebelum kita
Ulangan Semester sulit aku untuk pisah sama
mereka eh . Aku sayang 87 , banyak kenangan indah yang terukir manis disana dan
enggak bakal aku pernah bisa lupain
Dikelas 9, aku gabung lagi sama
anak anak kelas 71 dulu , berhuhung kita udah mulai gede jadi sekarang udah
pada akrab dan ngerasain apa yang namanya kebersamaan, Putra sebagai ketua
kelasnya, Ketua yang penuh tangggung jawab dan berhati mulia. Semua permasalahan
diantara anak 91 bisa terseleseikan
karena idenya dia membuat forum, berawal dari forum kita semua menjadi satu
kesatuan yang kompak, katanya anak lain kelas sih anak 91 pada kompak banget
*(alhamdulilah yah) yah itu sekarang yang bisa bikin kita bersatu karena
diadakannya forum kelas jadi masalah dari person ke person jadi terseleseika.
Sekarang setiap pulang sekolah, ato ngisi waktu senggang pasti diisi sama main
gitar dan nyayi nyanyi bareng,L
aku jadi enggak bayangin kebersamaaan kita sebentar lagi akan hilang karena
terpisah sekolah
tapi aku yakin persahabatn yang dibina kelas 91 enggak bakalan pernah
tergantikan dan akan tetap abadi sampai besok . AKU SAYANG 91 , dan makasihh
banget semua sahabat sahabtku J
aku sayang kalian. SEMOGA ANAK 91 semua LULUS dengan Nilai MEMUASKAN .. AMIINNN
by: ranialdila
diposting oleh no. absen:
04
09
17
28
45
Langganan:
Postingan (Atom)

